- Home
- Infopublik
- KUA Tambang Disorot! Mualaf Mengaku Dibebani Rp1,5 Juta
KUA Tambang Disorot! Mualaf Mengaku Dibebani Rp1,5 Juta
NIKAH DI KUA SEHARUSNYA GRATIS! MUALAF MENGAKU DIBEBANI BIAYA Rp1,5 JUTA DI KUA TAMBANG KAMPAR
antaranusa123 Minggu, 01 November 2026 20:37 WIB
KAMPAR ? Pernikahan di kantor Kantor Urusan Agama (KUA) pada hari dan jam kerja pada prinsipnya dikenakan tarif Rp0. Namun, seorang yang mengidentifikasi diri sebagai mualaf bernama Sonyaa Muallaf mengaku melalui percakapan WhatsApp dibebani biaya pernikahan hingga sekitar Rp1,5 juta.
Dalam percakapan tersebut, disebutkan biaya nikah Rp700.000, biaya wali Rp500.000, serta biaya lainnya yang belum dirinci. Totalnya diperkirakan mencapai Rp1,5 juta, belum termasuk biaya saksi.
Pengaduan ini memunculkan pertanyaan mengenai dasar hukum penarikan biaya tersebut. Sebab, pernikahan di kantor KUA pada hari dan jam kerja dikenakan tarif Rp0, sedangkan pernikahan di luar kantor atau di luar jam kerja pada umumnya dikenakan tarif PNBP Rp600.000 sesuai ketentuan.
KEPALA KUA TAMBANG DIMINTA KLARIFIKASI
Kepala KUA Kecamatan Tambang dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar diharapkan memberikan penjelasan mengenai dasar penarikan biaya nikah Rp700.000, biaya wali Rp500.000, serta komponen tambahan hingga mencapai Rp1,5 juta.
Masyarakat juga perlu mendapatkan kejelasan mengenai pihak penerima uang dan ketersediaan bukti pembayaran resmi. ( Realis )
TRANSPARANSI PELAYANAN HARUS DIUTAMAKAN
Pelayanan pernikahan harus dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan. Jika ditemukan pungutan tanpa dasar hukum, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Kepala KUA Kecamatan Tambang maupun pihak terkait. Dugaan pungutan ini belum dapat dinyatakan terbukti dan masih memerlukan verifikasi bukti serta keterangan semua pihak.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan tangkapan layar percakapan WhatsApp. Waktu dan tempat pelaksanaan pernikahan, bukti pembayaran, serta dasar penarikan biaya masih perlu diverifikasi.sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Kepala Kua Tamabang yang diduga menerima uang didalam ruangannya.
Berita Terkait
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments
