Minggu, 07 Jun 2020

Hati-hati, AC Bisa Menjadi Media Penyebaran Covid-19?

Sabtu, 09 Mei 2020 15:12 WIB

KESEHATAN, - Penggunaan air conditioning (AC) yang dapat mengalirkan udara dalam satu ruangan ditakutkan bisa menjadi salah satu cara penyebaran covid-19.

Penggunaan AC juga pada beberapa tempat umum. Seperti restoran atau kedai kopi biasanya menjadi satu-satunya cara untuk sirkulasi udara, dibandingkan menggunakan pintu yang dibuka yang bisa menyebabkan pertukaran udara secara alami.

Dikutip dari Huffington Post, berdasarkan sebuah studi yang dilakukan di restoran dengan penggunaan AC di Guangzhou, Tiongkok ditemukan bahwa covid-19 dapat menyebar ke tiga keluarga berbeda yang sedang makan di restoran tersebut secara bersamaan. Ketiga keluarga tersebut semuanya duduk berdekatan dengan unit pendingin udara.

Arah aliran udara tampaknya berkorelasi dengan pengunjung yang tertular virus. Menurut tim peneliti studi tersebut, di antara 83 pelanggan yang makan di restoran di lantai yang sama dengan orang yang terinfeksi hari itu, ada 10 orang yang juga menjadi terinfeksi covid-19. Dan 73 orang lainnya dianggap melakukan kontak dekat. Sehingga dilakukan karantina selama 14 hari.

Paul Hunter, seorang ahli penyakit menular dan profesor kedokteran di University of East Anglia, mengatakan bahwa penelitian di Tiongkok ini dengan hipotesis mengenai penyebaran melalui droplet, meskipun memang tidak secara tersirat menyebutkan bahwa covid-19 disebarkan oleh AC.

Namun, Profesor Qingyan Chen, seorang ahli teknik mesin di Purdue University, Indiana, percaya bahwa pendingin udara berpotensi menyebarkan covid-19. Sebab banyak pendingin udara yang tidak dirancang untuk menyaring partikel yang sangat kecil seperti virus.

"Virus korona dapat ditularkan melalui udara sehingga virus tersebut juga mungkin saja bisa menyebar melalui sistem pendingin udara sekalipun jumlah atau konsentrasi virus di udara sangat rendah," ujar Profesor Chen kepada Huffington Post UK.

Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan, ahli virologi Julian Tang dari University of Leicester mengatakan kita harus mengasumsikan penularan melalui udara dimungkinkan. Kecuali ada bukti yang bisa menyangkalnya dan memang setiap orang harus melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri mereka sendiri. (*).
T#gs
Berita Terkait
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments