Minggu, 30 Nov 2025
  • Home
  • OTONOMI
  • Kasus Video Viral Kepala Desa Ketamputih dan Warga Berakhir Damai, Situasi Kembali Kondusif

Kasus Video Viral Kepala Desa Ketamputih dan Warga Berakhir Damai, Situasi Kembali Kondusif

antaranusa123 Sabtu, 04 Oktober 2025 17:43 WIB
Bengkalis ? Kasus video viral yang menampilkan perdebatan antara Kepala Desa Ketamputih, Suhaimi, dengan seorang warga bernama Nur Hayati, akhirnya berakhir damai. Setelah sempat ramai diperbincangkan di media sosial, kedua belah pihak sepakat berdamai melalui proses mediasi yang difasilitasi Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Ketamputih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.(4-10-2025)

Video berdurasi singkat yang sempat diunggah oleh akun Facebook Ahmad Afk itu sebelumnya menuai perhatian publik. Dalam video tersebut, terlihat Kepala Desa Suhaimi berbicara dengan nada tinggi kepada seorang warga. Potongan tayangan itu kemudian disalahartikan, hingga menimbulkan anggapan bahwa sang kepala desa bersikap arogan terhadap masyarakatnya.
Unggahan tersebut bahkan sempat viral, dengan lebih dari 16 ribu likes, 3.600 komentar, dan 3.100 kali dibagikan.
Namun, hasil klarifikasi menunjukkan bahwa kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman komunikasi terkait pendataan penerima bantuan sosial (bansos).

Dalam pernyataannya, Nur Hayati mengaku bahwa kejadian itu murni salah paham dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Pemerintah Desa Ketamputih.
"Saya, Nur Hayati, mohon maaf atas kesalahpahaman dengan Pemerintah Desa Ketamputih Kecamatan Bengkalis terkait masalah bansos. Terkait video yang beredar, saya akan menghapusnya sebagai bentuk permintaan maaf tanpa ada paksaan dari pihak manapun," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ketamputih, Suhaimi, menegaskan bahwa persoalan sudah selesai dan diselesaikan secara baik-baik.
"Sebenarnya masalah itu sudah selesai. Kami sudah melakukan mediasi dengan disaksikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Tidak ada masalah lagi, semuanya sudah damai," ujar Suhaimi.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya bersikap arogan atau mengusir warga.
"Saya tidak ada mengusir masyarakat saya. Itu cuma salah paham. Bantuan sosial sudah dibagikan kepada yang berhak. Desa hanya mengusulkan nama penerima, bukan yang menentukan," jelasnya.(El)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments