CGTN: Jajak Pendapat CGTN | Mengapa Solusi SCO untuk Tata Kelola Global Menarik Banyak Perhatian?
Administrator Minggu, 20 September 2026 20:39 WIB
BEIJING, Sept. 20, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- Tata kelola global sekali lagi memasuki "momen SCO". Bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization, SCO) 2026, CGTN bekerja sama dengan Renmin University of China melalui Institute for International Communication in the New Era menggelar sebuah survei opinipublik.
Survei ini melibatkan 13.707 responden dari 48 negara di seluruh dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa 74,6% responden meyakini SCO menawarkan jalur kerja sama yang pragmatis di antara negara-negara dengan sistem yang berbeda. Selain itu, SCO dinilai berperan sebagai kekuatan penting dalam memajukan jenis baru hubungan internasional dan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Tahun ini menandai peringatan ke-25 berdirinya SCO. Selama 25 tahun terakhir, volume perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara anggota SCO lainnya meningkat dari USD 12,1 miliar pada 2001 menjadi USD 523,5 miliar pada 2025. Sejumlah proyek besar terus menunjukkan kemajuan, di antaranya Jalur Kereta Api TiongkokKirgizstanUzbekistan, Bank Pembangunan SCO, dan Pipa Gas TiongkokAsia Tengah.
Survei ini menunjukkan bahwa responden dari berbagai negara menilai positif berbagai hasil kerja sama pragmatis SCO di berbagai sektor sepanjang 25tahun perjalanannya. Mereka mencatat bahwa pengaruh internasional organisasi ini telah meningkat secara signifikan di tiga bidang prioritas: fasilitasi perdagangan, kerja sama investasi dan pembiayaan, serta pertukaran budaya dan pariwisata.
Di kalangan responden dari negara-negara anggota SCO dan mitra dialognya, sebanyak 75,4% menyatakan bahwa "Semangat Shanghai" menghadirkan kerangka kerja sama yang berpijak pada rasa saling percaya, keuntungan bersama, kesetaraan, musyawarah, penghormatan terhadap keberagaman peradaban, dan tekad meraih kemajuan bersama.
Sementara itu, 71,7% responden meyakini bahwa SCO telah memperkuat suara negara-negara Kawasan Selatan (Global South) dan mendorong terbangunnya sistem tata kelola global yang lebih adil dan lebih berimbang.
Sebagai salah satu pendiri SCO, Tiongkok senantiasa mengaitkan pembangunannya sendiri dengan kemajuan SCO, serta dengan aspirasi rakyat seluruh negara anggota untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Hingga saat ini, investasi Tiongkok di negara-negara anggota lainnya terus berkembang. Pada 2025, investasi langsung Tiongkok di seluruh sektor industri mencapai USD 3,3 miliar, yang mencakup minyak dan gas, sumber daya mineral, infrastruktur, energi baru, otomotif, kimia, dan berbagai sektor lainnya.
Tiongkok juga telah berinvestasi dalam pembangunan lebih dari 30 zona kerja sama ekonomi dan perdagangan. Investasi ini membantu berbagai negara penerima meningkatkan kapasitas industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja setempat. Para responden survei memberikan penilaian tinggi terhadap filosofi dan kontribusi Tiongkok dalam membangun komunitas SCO dengan masa depan bersama.
Mereka juga secara luas mengakui bahwa kontribusi Tiongkok paling menonjol dalam tiga dimensi: memajukan kerja sama ekonomi kawasan, mempererat kerja sama keamanan antarnegara anggota, serta menyediakan bantuan pembangunan dan dukungan finansial. Selain itu, 76,2% responden berpendapat bahwa Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) yang digagas Tiongkok telah membentuk lanskap baru pembangunan global yang saling terhubung dan terintegrasi.
Adapun 73,5% responden mencatat bahwa Inisiatif Tata Kelola Global menunjukkan arah bagi negara-negara Kawasan Selatan (Global South) untuk turut serta dalam reformasi sistem tata kelola global.
Kini, SCO telah tumbuh menjadi organisasi kerja sama kawasan yang komprehensif dengan cakupan wilayah terluas, populasi terbesar, dan potensi pembangunan yang sangat besar di dunia. Sebagai kekuatan utama yang mendorong transformasi sistem tata kelola global, SCO memainkan peran yang kian penting dalam mengamalkan multilateralisme sejati, memperjuangkan dunia multipolar yang setara dantertata, serta globalisasi ekonomi yang inklusifbagisemua pihak, dan telah menarik perhatian internasional yang luas.
Menurut survei tersebut, 89,6% responden menyerukan agar semua negara berpartisipasi dalam urusan global atas dasar kesetaraan dan bersama-sama membentuk aturan serta tatanan internasional. Mereka berharap SCO dapat memberikan pengaruh yang lebih besar di tiga bidang utama: infrastruktur dan energi, kerja sama keamanan kawasan, serta lingkungan dan perubahan iklim.
Survei ini, yang mencakup negara-negara maju utama dan negara-negara di Global Selatan, menyasar masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas, dengan sampel yang disesuaikan dengan sensus nasionalberdasarkan distribusi usiadangender di masing-masing negara.
Copyright 2026 GlobeNewswire, Inc.
Berita Terkait
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments
